02 Mei 2014

Cerita Malam Ini

Posted by with 1 comment
Lagi-lagi segelas kopi ini yang menemani. Ada yang bilang meminum kopi bisa membuat santai. Sebenarnya aku lebih ingin sebotol beer untuk disaat seperti ini, tapi aku tak mau mabuk sendirian.

Malam ini indah, langit cerah bintang bertaburan dimana-mana, hembusan angin malam yang menyejukan, ah pas sekali untuk menenangkan hati. Sudah lama tidak duduk di atap rumah menikmati lukisan malam dari sang pencipta ditambah hiasan-hiasan kecil dari lampu kota. Menatap kosong ke langit, sesekali menghempaskan asap keudara. Setiap orang pasti punya tempat favorit untuk melepaskan segala beban, gelisah dan jenuhnya kan? Inilah salah satu markas besarku.

Kali ini. Tak kuhabiskan dengan sahabat-sahabatku, aku ingin sendiri. Tenang. Hanya suara deru kendaraan lewat yang terdengar yang semakin larut semakin jarang. Saat ini aku sedang ingin bertegur sapa dengan kesunyian, menikmati dinginnya malam dan hangatnya kopi. Kamu tahu? Karena kaulah aku merindukan hal ini. Karena kau juga aku berteman (lagi) dengan sunyi. Tidak. Aku tidak patah hati karenamu. Aku hanya perlu waktu untuk menerima kenyataan. Kenyataan yang tak kuharapkan. Begitu pait sehingga aku sulit untuk menelan ludah. Sangat menyakitkan hingga aku sulit untuk mengingatnya. Mungkin aku salah mengartikan semuanya sehingga ini menjadi diluar batasku.

Entah kepada siapa aku harus marah? Kepada kau, wanita itu ataukah diriku sendiri? Hati dan logikapun terus beselisih. Tak tahu letak salahnya dimana dan tak tahu harus berbuat apa! Tanpa kusadari ku terjebak diantara kalian. Dua insan yang pernah jatuh cinta atau mungkin yang “masih” jatuh cinta? Hmmm, lagi-lagi aku menghembuskan nafas yang berat karena memikirkannya.

Lihat! Bintang kini berkumpul dan menertawakanku atas malam ini. Seolah-olah aku menjadi tontonan yang menarik bagi mereka. Ya tentu saja bintang tak mengerti apa yang sedang kurasakan. Tak apa, aku suka. Aku merasa dikelilingi banyak teman meski bintang tak bepihak padaku. setidaknya aku telah mencoba menceritakan piluku pada mereka melewati asap yang kuhembuskan.

06 April 2014

Kamu dan Ruang Gelapmu

Posted by with No comments
Mata itu. Tatapan itu. Mereka menyebalkan! Tak indah, tidak juga menyenangkan, malah terkesan tak peduli. Tapi disitu ada satu sisi yang berbeda. Ruang sisi gelap yang sepertinya sulit untuk dimengerti.

Sesekali aku menyoba untuk memasukinya, menyeruak lebih dalam agar bisa berkeliling memahami. Ternyata tak seperti yang kubanyangkan. Terdapat dinding besar dan sebuah pintu kecil. Tak mudah rupanya untuk melewati pintu tersebut. Semakin kupandang, semakin menarik, semakin aku ingin lebih masuk.

Terlihat. Kau sangat selektif memilih orang untuk masuk kedalam dan itu tak mudah. Dari luar semua terlihat gelap dan sepertinya sunyi.

Berkali-kali ku menerawang, menerka-nerka apa yang kau miliki didalam sana. Apakah didalam sana nyaman? Adakah cahaya yang terang disana? Apa kau menyimpan semua rahasiamu disana? Apa kau juga menyembunyikan dirimu yang sebenarnya disana? Yang tak pernah kau tunjukan dihadapanku.

Ya! Siapakah aku ini yang ingin sekali kau perlihatkan semuanya tentangmu. Aku hanya orang asing. Orang asing yang sudah cukup lama mengenalmu tapi tak cukup dalam mengenal dirimu. Mungkin kau cukup sadar seberapa sering aku memperhatikan dirimu. Tidakkah kau berniat berbaik hati padaku? mempersilahkan aku masuk kedalam ruang itu dan biarkan aku menikmati suasana disana hingga aku merasa nyaman. Aku tak berharap banyak.

Mungkin kau juga menikmatinya, sengaja membiarkanku menerka-nerka, ketimbang kau menarikku, mengajakku berkeliling dan bercerita tentang dirimu sendiri. Hmmm itu lebih terdengar membosankan bukan? Tak apa. Akupun tak meminta.. tetapi, tetap ijinkan aku untuk membayangkan mencoba masuk ya! Setidaknya aku senang bertambah satu kebiasaanku kali ini.

13 Maret 2014

Wajah-wajah yang (mungkin) jatuh cinta

Posted by with No comments
Beberapa hari ini jogja sangat panas, siapapun ingin menikmati sesuatu yang segar masuk kedalam tenggorokannya. Malam ini pun sama, panas! Tapi dicafe itu panas tak terasa. Disudut meja kecil terlihat sepasang muda-mudi duduk berhadapan. Mereka saling melepaskan senyum dan tawa, entah apa yang mereka tertawakan. Aku tak tahu mengapa suasana saat itu menjadi sedikit romantis.. Mungkin karena tata cahaya dicafe tersebut yang sedikit redup dan lagu yang mengalun lembut ditelinga, apalagi ditambah dengan keadaan tempat yang tidak terlalu ramai. Ah pas sekali!

Terdengar bisik-bisik pembicaraan mereka yang tak begitu jelas, terkadang si wanita terlihat malu setelah si pria bicara, wajah si priapun sesekali terlihat serius, lalu tertawa malu. Jelas ada perasaan tak menentu pada wajah si wanita tapi terlihat dari keduanya sepertinya mereka senang. Entah apa yang mereka bicarakan, entah apa yang mereka lakukan sebelumnya tapi sepertinya itu menyenangkan! Tersisipkan kesan bahagia diwajah mereka berdua. Inikah wajah-wajah jatuh cinta?


Tak berharap aku dapat mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, melihat kelakuan mereka yang kadang salah tingkah saja membuatku senang. Lucu! Ada sedikit kesejukan yang mereka bagikan diruangan ini melalui kebahagiaan mereka saat itu. Ya pantas saja panasnya malam ini tak begitu terasa.

04 Maret 2014

Haii... Ini Sekre Kami (FOTKA 053)

Posted by with No comments
Aku disini akan sedikit memperkenalkan tentang rumah baru FOTKA 053 yang sederhana ini..
 (pintu masuk sekre)

Hello.. selamat datang ditempat kami. Aku akan perkenalkan kepada kalian sekre kami ini. Ya! Akhirnya kami mendapatkan sekre setelah 4 tahun menunggu walau tidak sepenuhnya. Mendapatkan tempat sederhana ini bukanlah perihal yang mudah.

Pertama kami butuh pengakuan dimata kampus, hal itu senior-senior kami yang merasakan masa-masa perjuangannya. Sampai akhirnya mereka menciptakan karya yang kreatif saat pertama kali pameran sehingga kampus mulai menerima kami dikampus ini. Selama ini kami tidak punya tempat beratap yang tetap untuk rapat atau sekedar kumpul atau sharing. Tempat berkumpul kami berpindah-pindah. Kadang diloby kampus, kadang dikantin atau malah dicafe sekalian nongkrong. Setelah mendapat pengakuan dari kampus kamipun bermimpi untuk memiliki tempat tetap (SEKRE) sepeti UKM-UKM resmi yang ada dikampus ini.

Karya demi karya kami ciptakan agar kampus atau jurusan dapat mempercayakan sebuah ruangan kecil kepada kami. Dan akhirnya ketika ada pergantian kurikulum dijurusan kami, kami dipercaya oleh pihak jurusan untuk menempati sebuah ruangan kecil tapi sangat nyaman dan berfasilitas lengkap. Memang pihak kampus tidak sepenuhnya membiarkan kami dengan ruangan kecil ini karena ada beberapa alat milik kampus yang kadang kami perlukan.

Kami kami sangat bersyukur karena usaha kami selama ini akhirnya terwujud juga. Dan kami akan terus menjaga rumah kecil kami ini agar tetap menjadi milik kami. Ya rumah kecil yang nyaman begitu aku sebut. Kemari berkunjunglah kerumah sederhana kami (FOTKA 053).


(bagian dalam sekre)

27 Februari 2014

Mencoba Untuk Berhenti Menjadi Rumit!

Posted by with No comments
Hey, kau yang sudah lama ku kenal tapi diam-diam masuk kedalam hati ini, atau aku yang kegeeran merasa kau masuk kehati? kau tau kan kadang terlalu perasa, seperti perlakuanmu kepadku yang membuat aku kembali merasa nyaman walau sedikit..

Tuan, aku pernah membaca disebuah blog milik ka Fauziah yang judulnya “bisakah berhenti menjadi rumit”. (Klik disini). Saat ini aku sedang berapa pada posisi itu, ya mungkin karena aku sudah tak ingat dengan rasanya genggaman atau elusan lembut dikepala. Oh dan kau adalah orang yang sudah ku kenal.

“Lalu apa masalahnya dengan orang yang sudah dikenal? Bukankah itu malah bagus karena kau sudah tausedikit banyak sifat-sifatnya?”

Ya biasanya aku tau mana kau sedang serius mana kau sedang bercanda tuan. Tapi ketika itu aku tak tau kau itu serius atau tidak. Entah mengapa tiba-tiba aku seperti orang yang baru mengenalmu. Saat itu aku tak tau Tuan, kau benar-benar serius atau hanya mempermaikanku saja. Jika tuan benar-benar mungkin tuan akan marah padaku setelah membaca ini, tapi jika tidak pasti tuan akan tertawa karena aku masuk perangkap permainanmu.

Benhenti jadi rumit yah? Huh sulit! Bukan, bukan karena tuan ini menjadi sulit. Ini karena aku! Karena aku takut kau akan mempermaikanku, tuan. Karena aku lelah untuk memulai bangkit kembali saat aku jatuh karena permainanmu.

Maaf tuan, bukan aku tak percaya atau bukan aku terlalu percaya diri. Aku hanya merasakan apa yang kau berikan kepadaku. oke, akan kucoba menikmati semua yang tuan berikan padaku. Dan berhenti menjadi rumit!