Dikamar yang tak begitu besar, aku disini, terdiam.
Cahaya pun mengintip dibalik tirai jendela ingin tahu apa yang aku
lakukan dikamar gelap itu. Suara gemericik air hujan diluar menjadi alunan lagu
khas yang entah mengapa menurutku indah. Duduk terdiam seperti sedang
memikirkan sesuatu. Ya, tentunya aku tidaklah sendiri, kali ini segelas kopi
panas menemani dalam diam.
Aku tak mengerti mengapa banyak hal yang kini memenuhi pikiranku.
Hal-hal yang pastinya berkaitan denganmu. Aku khawatir, aku gelisah. Tetapi aku
bingung mengapa harus khawatir dan gelisah? apa pula yang aku khawatirkan dan
aku gelisahkan ini?
Tanda Tanya besar kini bersarang dibenakku. Sesekali aku lihat
keluar jendela berharap hujan diluar dapat membawa kegelisahan ini bila aku
dibawahnya. Tapi tak yakin hujan akan menolongku membawa kegelisahan ini dan
takkan membawanya kembali.
Ah.. memikirkannya membuatku lelah, kadang sesakpun menyerang
dada. Aku menyeruput kopi yang kini sudah dingin, setidaknya kopi ini masih
terasa nikmat di lidahku.
Diam, masih diam.. entah sampai kapan aku betah berdiam diri
dengan kegelisahan ini. Mungkin aku akan mencoba membiarkannya. Membiarkannya
bermain-main dengan hatiku.
Kini cahaya pun bosan melihat aku yang sedari tadi hanya diam tak
bersuara. Perlahan-lahan dia pergi dari balik tirai jendela dengan rasa ingin
tahunya. Hujan pun mulai mereda seolah-olah lelah dan ingin meninggalkanku juga.
Ah.. biarlah perasaan ini akan aku bawa sendiri, takkan ku bagi
pada cahaya sore, takkan ku bagi pada hujan, dan takkan ku bagi pada siapapun.
Aku akan membiarkan rasa ini tetap ada dan aku akan menikmatinya, sebagaimana
menikmati kopi yang sudah dingin ini hingga rasa ini menghilang dengan
sendirinya.
6:12 PM

0 komentar:
Posting Komentar